10 Karakter Manusia Ini Ternyata Diadopsi dari Perilaku Binatang

Bismillah

Manusia terlahir dengan disertai syahwat yang tidak bisa disepelekan manfaatnya. Bayangkan jika manusia tak memiliki syahwat (selera) makan, maka ia tentu akan mati kelaparan. Atau jika ia tak memiliki syahwat terhadap lawan jenis, maka takkan ada lagi generasi penerus di muka bumi.

Akan lain ceritanya jika manusia terlalu memperturutkan hawa nafsunya. Manusia yang menjadikan syahwat sebagai sesembahannya, tentu juga akan binasa. Jiwa dan karakternya pun akan rusak seperti binatang yang membiarkan hidupnya dikendalikan oleh syahwat.

Dalam kitab Madarijus Salikin, Ibnu Qayyim rahimahullah menyatakan bahwa para pemuja syahwat ini memiliki berbagai tingkatan sesuai dengan hewan yang ia samai dalam perilakunya.

1. Ada manusia yang berjiwa seperti anjing

Kita tentu tahu bagaimana perangai anjing. Andai di depan matanya ada seonggok bangkai maka ia akan melindungi bangkai tersebut dari anjing-anjing lainnya. Ia akan terus menggonggong dan mengusir anjing lain yang mendekat.

Ambisinya hanya satu yaitu mengenyangkan perutnya sendiri sekalipun makanan itu telah busuk dan menjadi bangkai. Ia juga tak peduli apakah makanannya tersebut berasal dari hewan yang disembelih dengan cara yang keji atau yang baik. Ia juga tak sungkan memakan sesuatu yang menjijikkan.

2. Manusia berjiwa keledai

Disebutkan bahwa keledai adalah hewan yang paling bisu dan dungu. Ia binatang yang suka membuat kerusuhan dan suka makan.

Baca juga: Jangan Menyerupai Keledai

3. Manusia berjiwa buas dan bengis

Manusia seperti ini suka membuat permusuhan di antara manusia lalu ia mengalahkan mereka dengan kekuasaan yang telah ia capai.

4. Manusia berjiwa tikus

Karakter manusia yang berjiwa serupa tikus ini cenderung licik dan suka berbuat kerusakan dengan semena-mena.

5. Manusia yang berjiwa seperti binatang berbisa dan penyengat

Contoh binatang berbisa dan penyengat ini yaitu ular dan kalajengking. Manusia yang berkarakter layaknya dua binatang tersebut pada dasarnya suka menyakiti orang lain dengan matanya (menimbulkan penyakit ain bagi orang lain). Penyakit ain ini sangat dahsyat karena ia bisa membunuh seseorang yang terkena ain.
Penyakit ain juga bisa menimpa seekor unta hingga menyebabkan ia terguncang dan akhirnya disembelih.

6. Manusia berwatak babi

Sebagaimana kita tahu karakter babi, ketika di hadapannya disuguhkan makanan yang baik-baik, ia sama sekali tak melirik. Tapi ketika manusia membuang kotoran, maka hewan ini akan secepat kilat mendatangi kotoran tersebut untuk dimakan.

Manusia yang seperti babi, tatkala ia mendapati kebaikan-kebaikan yang ada pada diri kita, ia enggan mengingat dan menyebarkan kebaikan kita. Tapi giliran aib kita, ia pun langsung mencari dan menjadikan aib tersebut sebagai bahan gunjingan.

7. Manusia berkarakter merak

Apa yang terbersit di benak kita ketika mendengar kata burung merak? Ya, betul sekali. Burung merak suka bersolek dan memamerkan bulu-bulunya yang indah. Maka demikian halnya dengan manusia berkarakter seperti burung merak, ia gemar menghabiskan waktunya dengan berdandan.

8. Manusia berkarakter unta

Unta adalah hewan yang keras hatinya dan paling pendendam. Maka, jika ada orang yang hatinya keras lagi pendendam, ia telah mengadopsi karakter unta dalam dirinya.

9. Manusia berperilaku beruang

Maksudnya adalah manusia tersebut orang yang keji dan bisu, sama seperti beruang.

10. Manusia berkarakter kuda dan kambing

Perangai kuda merupakan perangai yang paling terpuji di antara hewan-hewan lain. Jiwa kuda ini baik dan berwatak paling mulia. Demikian juga dengan perangai kambing.

Nah, setelah mengetahui perangai-perangai hewan, kira-kira manakah perangai yang sesuai dengan diri kita?

Semoga Allah Ta’ala senantiasa melembutkan hati kita dan menjauhkan kita dari perangai-perangai buruk. Aamiin Allahumma Aamiin.

Diolah dari:
Saaid

Barakallahu fiik

About The Author


Renita Oktavia

A keep-learning mommy. A wife. A chocolate lover. A coffee addict. An editor. Also a contributor on Estrilook, Takaitu, Makmood Publishing, and Joeragan Artikel. For business inquiries, you can reach me on renita.oktavia.blog@gmail.com

1 Comments

Leave a Comment